TIPS MENGELOLA KEUANGAN SESUAI SYARIAT ISLAM

Tips Mengelola Keuangan Sesuai Syariat Islam

Islam merupakan ajaran agama yang menerapkan konsep Rahmatan lil a’lamin yang berarti memberikan rahmat bagi seluruh alam. Sebagai agama yang sempurna, islam tidak hanya membina yang berkaitan dengan ibadah dan hubungan manusia dengan allah semata, tetapi islam juga membantu disegala aspek kehidupan bagi pemeluknya, seperti hubungan sesama manusia, hubungan sesama makhluk allah, pernikahan, perceraian, warisan serta pembahasan masalah keuangan.

Beberapa rahasia Rasullah SAW ini patut jadi teladan untuk mengelola keuangan anda, baik dari Al-Quran maupun hadist yang telah dijelaskan secara terperinci bagaimana mengelola keuangan dengan baik.

Beberapa tips dari Rasulullah SAW yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai syariat islam:

    1. Menghindari Hutang

      Dalam islam berhutang kepada orang lain tidaklah dilarang akan tetapi berhutang dalam pandangan islam bersifat mubah atau diperbolehkan. Meski hukum berhutang diperbolehkan namun Rasulullah SAW mengesahkan kepada umatnya untuk menghindari berhutang.

      Rasulullah SAW bersabda:

      وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

      Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi

      Hadist tersebut dengan tegasnya menyirat seorang muslim untuk segera melunasi utang-utangnya. Sebab bagi anda yang tidak berada dalam keadaan terdesak, sebaiknya hindari utang agar anda selamat dunia akhirat.

      Dalam hadits lain Rasulullah juga mengajarkan doa supaya terhindar dari lilitan hutang:

      اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

      ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM

      Artinya: Ya Allah aku memohon perlindungan pada Mu dari dosa dosa dan terlilit hutang.

    2. Menggunakan uang secara hemat

      Cara kedua adalah menggunakan uang secara hemat dan cermat, karena baik didalam Al-Quran maupun Hadits telah mengajarkan untuk tidak boros dan tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan segala sesuatu, tak terkecuali harta kekayaan.

      Didalam surat al isra ayat 26 Allah SWT berfirman:

      وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

      “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.”

      selain dari ayat diatas, anjuran untuk hidup hemat juga tertuang dalam hadits Nabi Muhammad SAW, yang artinya:

      “makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bershadaqahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan menyombong diri” (HR: Abud Daud)

    3. Menjauhi Riba

      Riba dalam artian tambahan atau bunga, istilahnya kelebihan yang dibebankan ketika membayar hutang atau pinjaman. Karena dalam islam wajib menjauhi segalam macam bentuk riba tanpa terkecuali. Seperti firman Allah SWT dalam Al-Quran:

      يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًا مُّضَٰعَفَةً ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعلحَّوتلعْ

      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah, kamu mendapat keberuntungan.” (QS: Ali-Imran: 130)

Baca Juga : 9 Tradisi Unik Maulid Nabi

  1. Tidak Menumpuk Harta

    sebagai seorang muslim dianjurkan tidak mengumpulkan harta dan lebih banyak untuk berbagi dengan sesama (bersodaqah)

    Allah SWT berfirman:

    يوم يحمى عليها فى نار جهنم فتكوى بها جباههم وجنوبهم وظهورهم هذا ما كنزتم لأنفسكم فذوقوا ما كنتم تكنزون

    Pada hari dipanaskan emas di dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu berkata) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. (At-Taubah: 35)

    Ayat diatas bukan berarti melarang seorang muslim untuk menabung. Menumpuk harta yang dilarang dalam islam adalah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, akan tetapi enggan bersedekah dan berbagi dengan fakir miskin.

  2. Bersedekah

    Dalam islam seorang muslim dianjurkan untuk bersedekah kepada para fakir miskin dan anak yatim karena harta itu terdapat bagiannya sendiri-sendiri. oleh karena itu seorang muslim dianjurkan rutin mengeluarkan infak maupun sedekah jika menginginkan hartanya bertambah dan barokah.
    Allah SWT berfirman:

    وَفِىٓ أَمْوَٰلِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ

    Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS: Ad-Dzariyat: 19)

  3. Seimbangkan Antara Pengeluaran dan Pemasukan

    Rasulullah SAW menganjurkan kepada uamtnya agar mengimbangi antara pengeluaran dan pemasukan. Selain itu juga dianjurkan hidup sederhana dan tidak boros.

    Islam tidak mengajarkan seorang muslim menjadi pelit dalam menggunakan uang, akan tetapi juga melarang untuk berlebih-lebihan dalam melakukan pemborosan.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

    وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

    Dan orang-orang yang membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS: Al-Furqan: 67)

Itulah beberapa cara mengatur keuangan sesuai syariat Islam yang perlu Anda pahami dan amalkan.

Pada akhirnya, meskipun harta tidak dibawa mati, pertanggungjawaban Anda akan harta tersebut tetap akan diminta di akhirat kelak. Oleh karena itu pastikan Anda telah mengelola harta sesuai dengan aturan yang ada di dalam ajaran Islam. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.

Semoga bermanfaat.

Kunjingi Website kami di hernadhijaya.co.id & hjkarpet.com